Idol Group atau GB/BB?

Post ini saya hasilkan setelah fenomena JKT48 menusuk dominasi KPOP di Indonesia banyak KPOPERS berkhotbah tentang apa itu GB/BB atau Idol Group di media sosial. Entah merasa tersaingi atau terancam tapi sangat kentara sekali mereka menunjukkan suatu pengaburan tetapi menyerang salah satunya. Idol Group atau GB/BB pada dasarnya sama sebagai group yang memperlihatkan kebolehannya dalam hal menghibur orang baik bernyanyi, menari atau sebagai entertainer lainnya. Idol Group lebih dikenal di Jepang sedangkan GB/BB dipopulerkan oleh KPOP setelah sebelumnya kita mengenalnya dari Eropa atau Amerika Serikat.

Banyak yang bilang dua-duanya adalah produk atau sebuah bisnis semata dengan berbagai trik dan strategi. Tetapi saya tidak melihat demikian. Dalam JKT48 saya melihat kerja keras. Saya melihat bagaimana mereka menumpahkan keringat, saya telah melihat bagaimana selang-selang infus telah tertancap di lengan-lengan mereka. Saya telah melihat kegundahan mereka menyeimbangkan sekolah dan tugas idol mereka. Pertanyaannya ialah apakah anda pernah melihat GB/BB KPOP pada saat tampil dengan buruk kemudian dalam periode selanjutnya menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik? Pernahkah anda melihat meleka berkeluh kesah  tentang latihan yang dijalani? Itulah mengapa idol group 48 mengacu pada proses.

Bisnis di dunia hiburan khususnya dan mencari mata pencaharian pada umumnya dewasa ini sangat tidak mudah..sekali lagi saya bilang sangat tidak mudah. Adalah keputusan berani apabila ada yang berniat menjadi anggota Idol Group dalam hal ini menjadi member JKT48. Menjadikan suatu bisnis laku diperlukan suatu pemikiran bagaimana bisnis itu berkembang dan maju. Perlukah kita merasa terjebak dalam mengkonsumsi seuatu atau mengurai sesuatu sehingga terkesan memberitahu kita dimanipulasi? Kalau begitu caranya maka bisnis di dunia ni akan mati dan orang tidak bisa bekerja dan mencari makan.

Dalam dokumentasi AKB48 Yasushi Akimoto ketika hendak membuat Idol Group mencetuskan suatu Ide tentang adanya pertunjukan setiap hari sehingga Idola bisa ditemui tiap hari bukan hanya di TV atau event tertentu. Dan di suatu waktu Yasushi Akimoto pernah menyatakan bahwa dengan ketidaksempurnaan pada para Idola menjadi hal yang menarik dari Idola itu sendiri. Dua hal tersebut adalah hasil pemikiran sang kreator. Bukan dikarang-karang oleh fans atau siapapun. Dan inilah yang menempatkan khusus untuk family 48 sebagai sebuah Idol Group atau Grup Idola.

Di media sosial internet orang bisa sepuasnya berpendapat..termasuk tulisan post ini. Yang membedakan adalah kandungan informasi fakta yang menguatkan pendapat. Member JKT48 berkeringat? ada ratusan foto yang memperlihatkan mereka basah oleh keringat. Selang infus? ada fotonya juga.

Kita sebagai Fans hanya bertugas sebagai penikmat dan tentunya harus menikmati. Jika tidak merasa atau tidak mau menikmati maka tidak ada yang larang untuk tidak ikut serta. Dan satu lagi..ga perlu lah ngurusin idola orang dengan memberikan pernyataan kesamaan tetapi menyudutkan pada akhirnya. Enjoy aja lah…..

btw..saya menghargai fans yang menyatakan idealisme mereka seperti tentang JKT48 adalah Idol Group dan bukan Girl Band atau pada hal-hal lainnya..fans semua sama..yang penting tertib, sopan dan tidak mengganggu.

2 thoughts on “Idol Group atau GB/BB?

  1. Wah asik tulisannya, ringan tapi berisi, saya sedang nyari bahan untuk tugas, liat blog ini jd ktemu bahan bagus…🙂
    Kalau pendapat saya mengenai konsep JKT48 untuk sementara yg dilakukan sekarang (pertunjukan teater) cukup untuk membentuk fanbase yg solid, tapi cara ini sepertinya tidak efektif untuk menjaring fans di luar Jakarta, kedepannya mungkin perlu dipikirkan strategi untuk hal tsb oleh manajemennya.
    Mengenai pengorbanan anggota Jkt48, seperti yg anda ceritakan mengenai keringat dan selang infus, saya sering mendengar juga bahwa beberapa anggota terpaksa tidak bisa ikut perform dengan alasan sakit yg (mungkin) diakibatkan karena kelelahan. Di satu sisi ini memang mengajarkan nilai kerja keras, tetapi di sisi lain muncul juga pertanyaan apakah harus sampai sekeras itu?
    Btw, saya suka bagian akhir tulisan anda, saya termasuk orang yang kurang suka dengan fenomena negatif dari adanya fanbase, yaitu permusuhan antar fanbase.

    • Terima kasih atas masukan yang diberikan
      untuk yang kerja keras…hmm.. memang terasa berat buat mereka, tetapi langkah dan prosesnya mengikuti grup yang telah teruji dan pada akhirnya mereka dianggap mempunyai kualifikasi yang sama dengan orang Jepang..jadi tidak ada pembedaan-pembedaan..semua dianggapo mampu..tetapi pendapat ini bisa berubah jika sesuatu terjadi secara berlebihan..
      untuk bahan tugas sebagai referensi tambahan mungkin ada baiknya lihat dokumenter AKB48 (kinsma)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s