Melody sang GM di akhir Penantian.

Hampir 4 tahun saya menulis di blog ini sebagai ‘support’ atau dukungan terhadap JKT48 dan fans mereka. Tetapi sepertinya post ini akan menjadi tulisan terakhir saya di blog ini.

Adalah suatu peristiwa yang mendasari saya menghentikan penulisan di blog ini. Beberapa hari lalu sudah beredar foto yang melibatkan Melody  dengan beberapa orang tetapi gesture Melody dengan rangkulan tangan menimbulkan interpretasi tersendiri dan akhirnya banyak yang mengambil kesimpulan bahwa itu adalah pacar terbarunya.

Di beberapa kesempatan sebelumnya dalam periode yang berbeda-beda memang beredar foto-foto Melody dengan seseorang yang diindikasikan pacarnya. Tetapi pada waktu-waktu tersebut bagi saya tidak ada reaksi besar dan tidak menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang besar. Karena saya berkeyakinan Melody akan melakukan sesuatu yang besar bagi grupnya. Terlebih lagi tersiar kabar dikemudian hari bahwa Melody sudah putus dengan pacarnya. Ditambah lagi dengan bagaimana kinerja Melody yang terlihat membaik.

Entah mengapa foto terakhir tersebut membuat seperti kekecewaan yang besar. Tetapi mengapa harus marah? toh yang terakhir juga saya cuek-cuek saja?

Dengan tulisan ini saya mengemukakan kenapa hal ini menjadi sangat serius bagi saya.

Beberapa hal yang sangat memicu kekecewaan terhadap foto Melody terakhir tersebut, adalah:

  1. Sebelumnya ada kasus yang hampir serupa yang melibatkan Sisil dan Nina (2 kesempatan berbeda) dimana kedua member tersebut dalam foto mereka masing-masing sudah menggambarkan mereka melakukan aktivitas yang cukup menghebohkan sebagaimana orang dewasa berpacaran.
  2. Akibat kejadian pada uraian 1 tidak ada klarifikasi yang memadai terutama dari Sisil dan ketidak jelasan permintaan maaf Nina dan tindak lanjut hukuman yang diberikan.
  3. Dalam berbagai kesempatan Member masih saja menyebut di media-media mengenai adanya aturan anti cinta sebagai member JKT48.
  4. Dari uraian no.3 tersebut ada indikasi bahwa memang adanya aturan anti cinta tersebut karena akhirnya Nina melakukan permintaan maaf walaupun tidak jelas. (sebelumnya oleh Jeje di waktu terdahulu)
  5. Posisi Melody sekarang sudah menjadi GM. Terlepas dari belum diketahui peran dan fungsi GM tetapi yang namanya mempunyai jabatan (melibatkan kepemimpinan)  berarti prinsip harus dipegang dengan teguh terhadap apa yang telah dideklarasikan baik oleh member atau JOT sendiri. Apa jadinya seorang pemimpin tidak bisa mejalankan sebuah budaya atau aturan. Budaya atau aturan yang bahkan menjadi andalan bisnis untuk ditawarkan kepada fans.
  6. Menyayangkan beredarnya foto tersebut dalam bentuk dokumentasi yang secara sadar dilakukan baik pengambilan foto dan penyebar luasannya melalu sosial media (bukan foto yang diambil orang secara kebetulan). Secara sadar juga berarti Melody mengetahui bahwa hal yang dilakukannya sangat beresiko atau memang tidak peduli karena memang akan aman-aman saja. Hal ini menunjukkan kesombongan yang terjadi akibat nilai tawar kepada JOT jauh lebih tinggi dari member lain. 
  7. 5 dan 6 adalah kemunafikan yang tercipta oleh JOT dan disepelekan/dilakukan oleh Melody sendiri.
  8. Klarifikasi diyakini tidak akan terjadi.

Dari alasan-alasan tersebut di atas saya mempunyai pendapat bahwa Melody dari awal sampai pada akhir-akhir sebagai member nanti tidak dalam posisi sebagai Idol khas grup 48 atau sebagai Center atau Kapten yang terkenang. Bagi saya sulit rasanya memberikan atau memposisikan Melody sebagai ‘Acchan AKB48’ nya JKT48 atau bahkan sebagai sosok seperti Takamina. Dan saya yakin Melody pun tidak peduli dengan hal itu. Melody ya sekedar pekerja seni biasa dengan kontrak yang dipatuhi.

Saya sebagai seorang yang pernah mendalami dan pelaku Manajemen, uraian nomor 5, 6 dan 7 adalah sangat fatal dalam sebuah kegiatan bisnis. Dan itulah sedikit gambaran bagaimana manajemen JOT dan memahami sejarah perlakukan buruk kepada Fans. Bukan soal aturan anti cinta tetapi bagaimana adanya unsur mengelabui, tidak konsisten, ceroboh, tidak adil, dan tidak etis untuk disuguhkan kepada konsumen dalam hal ini Fans. JOT tidak mempunyai visi yang jelas dan Melody jelas bukan seorang leader yang mampu berada di kondisi visi yang tidak jelas tersebut. Dia tidak mengerti sama sekali. Dia justru menjadi bagian dari visi yang tidak jelas tersebut. Untung saja Fans JKT48 sepertinya masih tabu untuk berontak terhadap hal yang kurang etis dan berlindung pada alasan dukungan terhadap member.

Demaikian tulisan terakhir saya untuk blog ini semoga tidak menggambarkan apa yang terjadi karena Sayang sekali menjadi sebuah cerita Melody sang GM di akhir Penantian.