Kapan dari pihak Indonesia?

Minggu lalu Sendy, Veranda dan Nabilah yang merupakan member generasi 1 JKT48 telah menunaikan tugas yang membanggakan dengan terlibat sebagai pengisi acara di Festival Indonesia 2013 di Jepang. Tentu saja saya bangga dan mendukung kegiatan ini dan memberi apresiasi bagi KBRI Indonesia di Jepang. Tapi ternyata ketiga member tersebut mempunyai misi lain sebagai bagian jalinan persahabatan antara Indonesia dan Jepang. Mereka memperkenalkan daerah di Fukushima yang berangsur pulih dari bencana beberapa tahun lalu. Saya tentunya bangga mereka terpilih untuk tugas tersebut yang merangkul warga sana dalam suasana persahabatan. Sebulan sebelumnya Melody menjadi Duta Buah dari daerah penghasil anggur terkenal di Jepang. Sekali lagi saya bangga apalagi Melody merupakan calon sarjana pertanian yang tentu saja ilmunya terpakai sehingga sebagai member dia cukup lengkap sebagai duta buah tersebut.

Pertanyaannya ialah..kapan dari pihak Indonesia mempunyai inisiatif yang sama?
Ada Haruka dan Akicha dan tentu saja Rena yang sedang menjadi member JKT48. Dan tentu saja sosok member seperti Haruka dan Akicha bukan member yang sembarangan di AKB48. Mereka termasuk yang populer dan mempunyai massa. Rena pun pernah tinggal di Indonesia sehingga mempunyai pengalaman yang cukup. Saya akan sangat bangga bila perkenalan Indonesia di Jepang menjadi sangat intensif. Ayo Kemenparekraf dan otoritas berwenang lainnya kita saling melengkapi sesama 2 bangsa bersahabat.

Pendekatan Humanis melalui Persahabatan, Budaya dan Pariwisata

Dalam berbagai kesempatan petinggi AKB48 Jepang ataupun yang dikemukakan oleh para member AKB48 bahwa dasar pembentukan JKT48 adalah persahabatan dan jembatan antara 2 Negara. Kenapa saya sering menggaris bawahi hal ini karena saya rasa hal inilah yang bagi saya merupakan pendekatan humanis yang harus dibentuk. Karena bagi saya dunia dengan segala problematikanya harus kembali ke dasar persahabatan tersebut. Tidak menampik adanya hubungan bisnis atau kepentingan ekonomi, saya juga sering mendorong bahwa keuntungan haruslah berada di dua pihak, oleh karena itu salah satu titik poinnya adalah pengenalan budaya di Indonesia melalui pariwisata. Adalah sesuatu keuntungan jika para wisatawan sudah berniat untuk datang, oleh karena itu kita harus bisa memaksimalkannya.

Ada hal yang menarik semenjak JKT48 muncul dan hadir di tengah masayarakat Jepang dan Indonesia. Dalam statistik yang dikeluarkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dalam situsnya http://www.budpar.go.id/ terlihat ada peningkatan wisatawan Jepang dari 2 tahun periode yang tercatat.

Tabel Kunjungan Wisatawan Jepang 2012
januari2012

februari2012

Maret2012

April2012

desember

Tabel Kunjungan Wisatawan Jepang 2013

Januari

februari

maret

april 2013

Terlihat dalam periode dimana munculnya JKT48 terdapat peningkatan wisatawan Jepang yang cukup signifikan. Pertumbuhan wisatawan Jepang yang dari posisi negatif bulan Januari dan Februari di tahun 2012 menjadi naik tahun berikutnya di periode yang sama. Dari bulan yang negatif tersebut di tahun yang sama menjadi positif ketika JKT48 sudah dikenal pada bulan Januari dan Februari 2012. Memang perlu penelitian lebuh lanjut mengenai dampak JKT48 terhadap jumlah kunjungan turis asing terutama wisatawan Jepang. Dan tentu saja faktor Indonesia yang kondusif atas peran semua pihak menjadi faktor utama. Tetapi saya yakin terhadap kontribusi JKT48 terhadap statistik tersebut, mengapa?
-Dalam beberapa kesempatan JKT48 menjadi ikon travel perjalanan ke berbagai tempat di Indonesia baik di media cetak dan media elektronik lainnya.
-Partisipasi JKT48 di event besar AKB48 di Jepang yang bahkan dapat disaksikan oleh penonton Internasional.
-Endorse dari Kedubes Indonesia di Jepang melalui berita http://kbritokyo.jp/diplomasi-budaya-generasi-muda-di-jepang-jkt48-dan-taruna-akpol-ri/?lang=en
-Artikel tempat kunjungan wisata: http://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g294229-d3634567-Reviews-JKT48_Theater-Jakarta_Java.html

Sekarang JKT48 telah membuka jalan..bagaimana dengan kita? sudah siapkah kita menunjukkan sikap bersahabat menerima tamu dari manca negara? sudah siapkah kita menyajikan budaya Indonesia dan memperkenalkan kepada wisatawan manca negara? Kita Bisa!

Apresiasi buat Nakagawa Haruka dan Takajo Aki AKB48

Saya senang sekali bahwa ternyata Nakagawa Haruka dan Takajo Aki member AKB48 yang sedang mengikuti program transfer member ke JKT48 sangat menikmati tampil sebagai member JKT48. Saya melihat perkembangan berbahasa Indonesia mereka sangat pesat dan tetap terus untuk mempelajarinya. Oleh karena itu saya apresiasi mereka atas usahanya selama ini. Ini membuktikan bahwa mereka tidak main-main dan bekerja secara profesional. Tidak sekedar selamat siang dan selamat malam, apa kabar dan sebagainya. Namun juga mencoba aktif berkomunikasi dan terlibat dalam pembuatan album serta mengerti semua situasinya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.

Fans JKT48 ada di segala usia

Di Jepang Fans AKB48 didominasi oleh kalangan muda 20/30an sampai ada yang 50an. Hal ini bisa terjadi karena theater di sana adalah sebuah bentuk hiburan sehabis pulang kerja, melepaskan kepenatan dan stress sehabis bekerja seharian. Jadi para profesional, pekerja kantoran dan lain-lain biasa mengunjungi theater untuk melihat pertunjukan sebagai hiburan bukan untuk hal yang macam-macam, bahkan mereka mendapat restu dari istri-istri mereka.

Bisa jadi di Indonesia yaitu dengan JKT48 segmentasi itu berubah atau bahkan bertambah dengan kalangan di usia pekerja tersebut. Tidak perlu malu-malu atau terkesan terhalangi rintangan akan stigma-stigma tertentu. Ini adalah murni hiburan dan tentunya bentuk dukungan kepada mereka yang muda-muda. Jadi para pekerja kantoran dan profesional muda bisa mengunjungi theater JKT48 untuk melihat pertunjukan mereka. Seru, santai, enerjik, segala suasana yang membangkitkan semangat untuk kembali bekerja di esok hari. Bisa ajak istri dan keluarga karena sudah banyak juga yang mengajak anak-anak mereka. Jadi ini cocok untuk hiburan keluarga.

Selamat menonton theater 🙂

Apa bedanya Indonesian Idol, XFactorIndonesia dan grup Idola JKT48

Bagi yang ingin mengetahui perbedaaannya silakan melihat video ini:

 

Intinya adalah:

Akimoto san mengatakan bahwa pencarian bakat menyanyi seperti Indonesia Idol, XFactor dan lain-lainnya mengutamakan kepada kemampuan bernyanyi sedangkan grup Idola keluarga 48 dalam hal ini JKT48 adalah memberi kesempatan kepada mereka yang kurang memiliki kemampuan bernyanyi tetapi ingin menjadi Idola seperti halnya menjadi Idola di TV. Mereka diberi kesempatan untuk belajar dan mengembangkat kemampuan dan bakat dirinya. Perlu diingat bahwa wawancara di atas bertemakan kunci sukses bukan pemunculan ide. Dengan pernyataan ini sisi humanisme yang diambil adalah:

1. Manusia dapat belajar dan mempelajari sesuatu yang menarik perhatiannya.

2.Manusia berhak mengekspresikan dan diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu hal yang positif secara etika.

3.Manusia mampu bekerja keras dalam mencapai cita-citanya.

Dan pada akhirnya ini sejalan dengan beberapa postingan dalam blog ini sebelumnya yang menyatakan mereka justru disukai oleh karena kerja keras dan mengganggap diri mereka tidak keren.

Fakta AKB48 terbaik di Asia

Lipsync?

Industri hiburan berkembang bung..nona… selera juga berubah..suara bagus masih menjadi parameter..tapi parameter bisa berubah atau bertambah.. coba perhatikan baik-baik tabel di bawah ini..lihat yg AKB48 kakak dari JKT48..

Emang apa hubungannya? ..HAHAHA ..berpkir cerdas dong

best

sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_best-selling_girl_groups#Best-selling_girl_group_albums

salah satu kekhasan dari keluarga 48 adalah mereka bernyanyi pada saat yang bersamaan aktif dancenya..bandingkan dengan grup lain yang akan mngkhususkan gerakan dance pada bagian tertentu dan ketika bernyanyi dengan gerakan biasa..bisa rasakan energi yang digunakan? 🙂